Jumat, 11 Oktober 2013

Puasa Arafah Menjelang Hari Raya Idul Adha 1434 H


Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, “Hari Arofah adalah hari pembebasan dari api neraka. Pada hari itu, Allah akan membebaskan siapa saja yang sedang wukuf di Arofah dan penduduk negeri kaum muslimin yang tidak melaksanakan wukuf. Oleh karena itu, hari setelah hari Arofah –yaitu hari Idul Adha- adalah hari ‘ied bagi kaum muslimin di seluruh dunia. Baik yang melaksanakan haji dan yang tidak melaksanakannya sama-sama akan mendapatkan pembebasan dari api neraka dan ampunan pada hari Arofah.” (Lathoif Al Ma’arif, 482)


Puasa Arafah adalah puasa yang  jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa Arafah dinamakan demikian karena saat itu jamaah haji sedang wukuf di terik matahari di padang Arafah. Puasa Arafah ini dianjurkan bagi mereka yang tidak berhaji. Sedangkan yang berhaji tidak disyariatkan puasa ini.

Mengenai hari Arofah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ
Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arofah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim)

Selasa, 08 Oktober 2013

Info Diklat TOT BTCLS 2013

Kepada TS Anggota IPAI yg sdh daftar untuk ikut Pelatihan TOT, Panitia (PUSDIKLAT KEMKES DAN DPP IPAI) sejak tgl 7 oktober/hari senin telah mengirimkan surat ke Direktur RS Masing2 cq TS semua yg daftar baik melalui Facebook maupun via telepon. Apabila belum menerima surat pemberitahuan TOT silakan telepon ke Sekretariat IPAI di nomor hp. O81905836262 atau 081310864405. Dengan Yuliana Agustin (LIA) atau hubungi Ketum IPAI Ibu Dorce Tandung. Rencana Ibu Oche mau posting surat itu di Grup FB Keluarga IPAI dan grup lain punya IPAI

Senin, 09 September 2013

HIMBAUAN


Asalamu'alaikum...wrwbr... Selamat Pagi/Siang/sore/Malam...Salam Sejahtera bagi kita semua.
Kita Sebagai Anggota Ikatan Perawat Anestesi Indonesia (IPAI) dihimbau dan WAJIB Untuk :

1. Dalam melaksanakan pelayanan Anestesi selalu berpedoman kepada Peraturan dan Perundang-undangan yang berlaku. Pada saat ini adalah Peraturan Menteri Kesehatan /PERMENKES no.31 thn 2013 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Perawat Anestesi dan Permenkes no.519 tentang Pedoman Pelayanan Anestesi dan terapi Intensif di RS

2.Dalam melaksanakan pekerjaan pelayanan anestesi hendaknya kita mempunyai kemampuan sesuai dengan Standar Kompetensi sebagai Perawat Anestesi yang telah ditetapkan oleh Organisasi Profesi dan memegang teguh Etika Profesi.

Senin, 05 Agustus 2013

SELAMAT IDUL FITRI 1434 H

SEGENAP PENGURUS DAN SELURUH ANGGOTA 
IKATAN PERAWAT ANESTESI INDONESIA (IPAI)

mengucapkan

TAQABALALLAHU MINNA WA MINKUM WA JA'ALANA MINAL AIDIN WAL FAIDZIN
MAAFKAN LAHIR DAN BATHIN


Selasa, 11 Juni 2013

Rekomendasi (sementera) MUKERNAS VIII IPAI 6-9 Juni 2013 di Surabaya

 
Salam IPAI
Yes Yes Yes !!

Puji syukur kita haturkan ke hadirat Tuhan  YMK yang telah memberikan kesempatan para Perawat Anestesi se Indonesia berkumpul untuk saling bertukar fikiran dan menambah ilmu pengetahuan dalam sebuah hajatan besar MUKERNAS VIII IPAI 6-9 Juni 2013 bertempat di Hotel Garden Palace Surabaya. Dengan semangat juang di kota perjuangan kota pahlawan Surabaya mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan perawat anestesi dan pembangunan kesehatan dalam rangka MDGs.

Minggu, 09 Juni 2013

HASIL MUSDA IPAI PROV LAMPUNG 1 JUNI 2013

Jumat, 07 Juni 2013

Galeri foto MUKERNAS VIII IPAI 6-9 JUNI 2013 Hotel Garden Palace Surabaya

Minggu, 19 Mei 2013

Kegiatan IPAI

Audiensi dengan Rektorat UNS, dan Alhamdullilah diteriam Bapak Pembantu Rektor I, dan Telah Menyetujui untuk dilanjutkan dan Tim Ad Hoc untuk Pengembangan Perawat Anestesi ( Pendidikan ) yang Berkarater dan Berwibawa sangat diperlukan untuk Profesionalisme secara Matang dalam mengemban dan Mensukseskan Program Pemerintah terutama pelayanan kesehatan yang paripurna dan sesuai dengan kaidah/standar perundang-undangan. Salam IPAI
(Audiensi dengan Rektorat UNS, dan Alhamdullilah diterima Bapak Pembantu Rektor I, dan Telah Menyetujui untuk dilanjutkan dan Tim Ad Hoc untuk Pengembangan Perawat Anestesi ( Pendidikan ) yang Berkarater dan Berwibawa sangat diperlukan untuk Profesionalisme secara Matang dalam mengemban dan Mensukseskan Program Pemerintah terutama pelayanan kesehatan yang paripurna dan sesuai dengan kaidah/standar perundang-undangan).

Jumat, 17 Mei 2013

HIMBAUAN

Informasi dan Himbauan dari DPP IPAI :
 Disampaikan kepada Anggota IPAI seluruh Indonesia, Bahwa Organisasi IPAI berdiri sejak th 1980an dengan nama Ikatan Alumni Aknes(IKLUM) dan diganti namanya sejak th 1990an dgn nama IKATAN PERAWAT ANESTESI INDONESIA (IPAI), IPAI berjalan dengan tertatih-tatih dengan kondisi yg memprihatinkan dan banyak yg tidak menghendaki adanya organisasi ini dengan ditandai dengan berbagai Tantangan dan penzholiman sehingga Institusi Pendidikannyapun nyaris dihilangkan dengan berbagai cara. IPAI bisa berjalan hanya dengan kemurahan hati sebagian anggotanya dengan membayar Iuran bulanan yg tidak bisa mencukupi biaya operasional apalagi bermimpi punya Sekretariat tidak terpikirkan. Baru pada bulan Maret 2011 IPAI diakui Sebgai TENAGA KESEHATAN INDONESIA dengan adanya Perwakilan IPAI di MTKI, dan Insya Allah IPAI akan tercatat di UU Tenaga Kesehatan yg sebntar lagi di Syah kan di Paripurna DPR. Untuk itu kami menghimbau agar Iuran bulanan yg untuk DPP IPAI Rp.10.000/bulan dan utk DPD IPAI minimal Rp.15.000 (tercantum dlm AD/ART) segera dibayarkan ke DPD IPAI Propinsi masing2 . Untuk th 2013 ini kami informasikan DPD IPAI yg sudah Lunas : 1. JAMBI 2 BANTEN 3. DKI JAKARTA.4. BALI. Untuk DPD lainnya silakan kalau mau melunasi kirim ke Rekening DPP IPAI Nomor Rek : 0501-01-009929-50-2 BANK BRI Cabang RS FATMAWATI Atas Nama IPAI. 
Atas Perhatiannya  Terimakasih. 
SALAM IPAI

SEJARAH SINGKAT PERAWAT ANESTESI INDONESIA


Oleh: (Alm) Drs. Yuswana, B. Sc. An, MBA

Tidak ada catatan yang otentik tentang sejarah Perawat Anestesi di Indonesia, namun dari ceritera yang disampaikan oleh para orang tua generasi abad ke-19 akhir dan awal abad ke-20 dapat disimpulkan bahwa Pemerintah Belanda sewaktu masih berkuasa di negeri ini mulai mendidik orang pribumi untuk menjadi tenaga kesehatan yang disebut “Juru Rawat” dan “Mantri Verpleiger” ini yang dianggap sebagai “Perawat Anestesi” yang mendapat “Training” secara individual, tanpa sertifikat, namun bekerja sebagai “Anesthetist” di bawah supervise dari Ahli Bedah. Perkembangan dari tenaga jenis ini tidak terlalu pesat jika dilihat dari segi jumlahnya, namun cukup banyak untuk ukuran orang pribumi yang tidak mudah untuk menempuh pendidikan di bidang pelayanan kesehatan.

Selasa, 05 Maret 2013

Yth. Rekan2 Perawat Anestesi di Seluruh Indonesia...

Sehubungan dengan telah di disahkannya Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan tentang PENYELENGGARAAN PEKERJAAN PERAWAT ANESTESI oleh Menkes dan Menkumhan, maka selanjutnya DPP IPAI dan seluruh DPD 32 Propinsi di Indonesia WAJIB menyelenggarakan Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) dalam rangka mensosialisasikan Peraturan Menteri Kesehatan tersebut kepada :
1. Anggota IPAI di seluruh Indonesia
2. Dinas Kesehatan Propinsi,dan Kabupaten/Kota
3. Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta/ABRI
4. Lintas Sektor lainnya/ Organisasi Profesi terkait seperti : PERSI, ARSADA,
PERDATIN, IKABI, dLL

Popular Posts

Komentar anda

About Me