Agar pengelolaan anestesi bedah darurat dapat berjalan sukses dibutuhkan kesiapan dalam menangani kejadian yang akut dan berat. Termasuk dalam hal ini kesiapan alat dan kamar operasi dan kesiapan prosedur dasar tindakan pertolongan gawat darurat. Seorang pasien wanita umur 14 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan mata kanan tertusuk pensil oleh temannya. Pasien tidak pingsan. Oleh dokter UGD, pasien dikonsulkan kedr. Sp. M. oleh dr. Sp. M pasien direncanakan untuk operasi emergency.Kemudian dilakukan general anestesi dengan tekhnik anestesi yang digunakan yaitu GETA.
Kamis, 28 Juli 2011
Spinal Anestesi pada Sectio Caesaria Emergency pada Pasien Eklampsia
Posted by perawat.anestesi on Kamis, Juli 28, 2011
Anestesi spinal merupakan teknik anestesi regional yang baik untuk tindakan-tindakan bedah, obstetrik, operasi operasi bagian bawah abdomen dan ekstremitas bawah. Untuk operasi yang direncanakan secara elektif tersedia waktu berhari-hari untuk pemeriksaan klinik dan laboratorium, serta persiapan operasinya. Pada bedah gawat darurat, faktor waktu yang sangat berharga ini tidak ada lagi. Dokter anestesi dihadapkan kepada tugas dengan waktu persiapan yang sangat singkat, mungkin 1 jam atau kurang. Sehingga harus dicapai kompromi antara pendekatan ideal dan kondisi anestesi optimal yang dapat diberikan untuk menunjang intervensi bedah gawat darurat ini. Preeklampsia adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan edema akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Eklampsia adalah preeklampsia yang disertai kejang dan atau koma yang timbul bukan akibat kelainan neurologi.Pada preeklampsia berat, persalinan harus terjadi dalam 24 jam, sedangkan pada eklampsia dalam 6 jam sejak gejala eklampsia timbul. Jika terjadi gawat janin atau persalinan tidak dapat terjadi dalam 12 jam (pada eklampsia), lakukan seksio sesarea. Pasien wanita, 22 tahun, G1-P0-A0, datang dengan Hamil cukup bulan, merasa kenceng2 teratur dan terus menerus sejak 9 jam sebelum masuk rumah sakit. Saat diperiksakan di bidan tekanan darahnya tinggi.
Posted in anestesi, eklamsi, sectio cesaria, spinal
Rabu, 27 Juli 2011
Efek buruk Halothane
Posted by perawat.anestesi on Rabu, Juli 27, 2011
Halothane adalah obat anestesi inhalasi berbentuk cairan bening, tak berwarana, mudah menguap dan berbau harum.
Pemberian halothane biasanya dengan oksigen atau nitrous okside 70% serta menggunakan vaporizer yang khusus dikalibrasi agar konsentrasi uap yang dihasilkan akurat dan mudah dikendalikan. Halothane dikemas dalam botol berwarna gelap dan mengandung 0,01 % timol sebagai bahan stabilisasi.
Pemberian halothane biasanya dengan oksigen atau nitrous okside 70% serta menggunakan vaporizer yang khusus dikalibrasi agar konsentrasi uap yang dihasilkan akurat dan mudah dikendalikan. Halothane dikemas dalam botol berwarna gelap dan mengandung 0,01 % timol sebagai bahan stabilisasi.
spinal anestesi (2)
Posted by perawat.anestesi on Rabu, Juli 27, 2011
Spinal Anestesi pertama kali ditemukan pada tahun 1885 oleh Leonard Corning, seorang ahli saraf di New York. Beliau bereksperimen dengan memasukan kokain pada saraf tulang belakang Anjing, kemudian ia melihat Anjing tersebut kehilangan rasa sakit, meskipun disayat dengan pisau.
Eksperimen awal Leonard Corning, membawa perubahan penting di bidang Kedokteran Anestesi dan sampai saat ini teknik Spinal Anestesi sangat bermamfaat di dunia kesehatan untuk menolong pasien di kamar operasi.
Spinal Anestesi itu Apa?
Eksperimen awal Leonard Corning, membawa perubahan penting di bidang Kedokteran Anestesi dan sampai saat ini teknik Spinal Anestesi sangat bermamfaat di dunia kesehatan untuk menolong pasien di kamar operasi.
Spinal Anestesi itu Apa?
Posted in anestesi, sectio cesaria, spinal
Spinal Anestesi
Posted by perawat.anestesi on Rabu, Juli 27, 2011
SubArachnoid Blok merupakan salah satu teknik anestesi regional dengan cara penyuntikan obat anestesi local ke dalam ruang subarahnoid dengan tujuan untuk mendapatkan analgesi setinggi dermatom tertentu dan relaksasi otot rangka
ANATOMI
• Kolumna vertebralis terdiri dari 7 vertebra servikalis, 12 V thorakalis, 5 V lumbal, 5 V sacral dan 4 V coccygeus
Disatukan oleh ligamentum vertebralis membentuk kanalis spinalis dimana medulla spinalis terdapat didalamnya
• Kanalis spinalis terisi oleh medulla spinalis dan pembungkusnya (meningen), jaringan lemak, dan pleksus venosus
• Sebagian besar vertebra memiliki corpus vertebra, 2 pedikel dan 2 lamina
• Kolumna vertebralis bila dilihat dari lateral berbentuk seperti kurva, pada posisi supine titik tertinggi terletak pada V C5 dan V L4-5 sedangkan terendah pada V Th5 dan V S2
ANATOMI
• Kolumna vertebralis terdiri dari 7 vertebra servikalis, 12 V thorakalis, 5 V lumbal, 5 V sacral dan 4 V coccygeus
Disatukan oleh ligamentum vertebralis membentuk kanalis spinalis dimana medulla spinalis terdapat didalamnya
• Kanalis spinalis terisi oleh medulla spinalis dan pembungkusnya (meningen), jaringan lemak, dan pleksus venosus
• Sebagian besar vertebra memiliki corpus vertebra, 2 pedikel dan 2 lamina
• Kolumna vertebralis bila dilihat dari lateral berbentuk seperti kurva, pada posisi supine titik tertinggi terletak pada V C5 dan V L4-5 sedangkan terendah pada V Th5 dan V S2
Posted in anestesi, sectio cesaria, spinal
SPINAL ANESTESI PADA HISTEREKTOMI
Posted by perawat.anestesi on Rabu, Juli 27, 2011
Abstrak :
Analgesia atau anestesia regional adalah tindakan analgesia yang dilakukan dengan cara menyuntikkan obat anestetika lokal pada lokasi serat saraf yang menginervasi regio tertentu, yang menyebabkan hambatan konduksi impuls aferen yang bersifat temporer. Jenis analgesia regional yang digunakan dalam kasus ini adalah spinal anestesi. Hal ini disebabkan adanya pertimbangan bahwa operasi yang akan dilakukan berada pada bagian abdominal bawah yang sesuai dengan indikasi dari spinal anestesi. Keuntungan dari penggunan regional anestesi yaitu biaya relatif lebih murah, relatif aman bagi pasien, tidak ada komplikasi jalan nafas dan respirasi, tidak terdapat polusi kamar operasi oleh gas anestesi dan perawatan post operasi lebih ringan.
Pada kasus ini, penggunaan regional anestesi dengan spinal anestesi dapat diterapkan karena tidak ditemukan adanya kontraindikasi penggunaan teknik anestesi tersebut
Analgesia atau anestesia regional adalah tindakan analgesia yang dilakukan dengan cara menyuntikkan obat anestetika lokal pada lokasi serat saraf yang menginervasi regio tertentu, yang menyebabkan hambatan konduksi impuls aferen yang bersifat temporer. Jenis analgesia regional yang digunakan dalam kasus ini adalah spinal anestesi. Hal ini disebabkan adanya pertimbangan bahwa operasi yang akan dilakukan berada pada bagian abdominal bawah yang sesuai dengan indikasi dari spinal anestesi. Keuntungan dari penggunan regional anestesi yaitu biaya relatif lebih murah, relatif aman bagi pasien, tidak ada komplikasi jalan nafas dan respirasi, tidak terdapat polusi kamar operasi oleh gas anestesi dan perawatan post operasi lebih ringan.
Pada kasus ini, penggunaan regional anestesi dengan spinal anestesi dapat diterapkan karena tidak ditemukan adanya kontraindikasi penggunaan teknik anestesi tersebut
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
PENDAFTARAN MAHASISWA BARU PRODI D-IV KEPERAWATAN ANESTESI REANIMASI TAHUN AKADEMIK 2011/2012 Milleni...
-
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pelayanan anestesiologi dan terapi int...
-
ABSTRAK TIVA (Total Intravenous Anes thesia) merupakan salah satu jenis anestesi umum yang meniadakan nyeri secara sentral disertai ...
-
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Struma koloid , difus, nontoksik dan nodular koloid merupakan gangguan yang sangat sering dijumpai da...
-
PENDAHULUAN Anestesiologi adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari hal-hal yang menyangkut anestesi. Menurut asal katanya anesthesia...
Sebaiknya anda tau
Download
- UU No. 44 Thn 2009 ttg RS
- PMK No 001 Thn 2012 ttg Rujukan Pelayanan Kesehatan Perorangan
- PMK No. 1691 Thn 2011 ttg Keselamatan Pasien di RS
- PMK No.519 Thn 2011 ttg Anestesiologi dan Terapi Intensif
- PMK No. 1636 ttg Sunat Perempuan
- PMK No. 510 ttg Mutasi Pegawai dlm Depkes
- Peraturan Presiden No.54 th. 2007 ttg Tunjangan Jafung Nakes
- Kepmenkes RI N0. 153 thn 2006 ttg Pedoman PAK Nakes
- SKB Menkes dan Ka. BKN N0. 10 Th 2002 ttg Juklak Jafung
- Permenkes RI No. 1239 ttg Registrasi dan Praktek Perawat
- Permenkes RI no. 161 h 2010 ttg Registrasi Tenaga Kesehatan
- Permenkes RI no 148 thn 2010 ttg Izin dan Penyelenggaraan Praktek Perawat
Komentar anda
Categories
anestesi
(79)
keperawatan
(37)
efek
(28)
gawat darurat
(26)
bius
(25)
perawat
(24)
profesional
(23)
obat bius
(22)
kesehatan
(19)
penatalaksanaan
(19)
diagnosa
(17)
emergency
(17)
General
(15)
praktek kedokteran
(14)
post op
(12)
intravena
(11)
peningkatan
(10)
umum
(10)
kegiatan
(9)
kepmenkes
(9)
berita ipai
(8)
golongan obat
(8)
indonesia
(7)
Intra kranial
(6)
cairan
(6)
infus
(6)
permenkes
(6)
regional
(6)
sectio cesaria
(6)
Nasional
(5)
asma
(5)
ipai
(5)
spinal
(5)
Undang Undang
(4)
cedera kepala
(4)
kristaloid
(4)
mukernas ipai 2012
(4)
Info
(3)
eklamsi
(3)
paru
(3)
pelatihan
(3)
registerasi
(3)
Ramadhan
(2)
TIK
(2)
Undang-undang
(2)
btcls
(2)
ginjal
(2)
jatim
(2)
musda
(2)
protap
(2)
regulasi
(2)
HKN
(1)
ILA
(1)
Ileus
(1)
STR
(1)
UU
(1)
abdomen
(1)
asam basa
(1)
diklat
(1)
harapan
(1)
latar belakang
(1)
mars ipai
(1)
nefrektomi
(1)
neonatus
(1)
oksigen
(1)
persalianan
(1)
resusitasi
(1)
sejarah
(1)
surat
(1)
syok
(1)
tahun baru
(1)







ANESTESIA PADA PASIEN EMERGENCY DENGAN RIWAYAT ASMA